Rista Maryani
Sabtu, 20 Juni 2015
Selasa, 16 Juni 2015
Konsep Resiko
A.
PENGERTIAN
RISIKO
Secara etimologis,
risiko berasal dari bahasa Yunani rizikon yang berarti akar. Sedangkan menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatuperbuatanatautindakan.Banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang risiko,
diantaranya sebagai berikut:
Arthur Williams
dan Richard, M. H.:”Risiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat
terjadi selama periode tertentu”
A.
Abas Salim: ”Risiko adalah ketidaktentuan (uncertainty) yang
mungkin melahirkan peristiwa kerugian (loss)”
Soekarto:”Risiko
adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa”
Herman Darmawi:”Risiko
adalah probabilitas suatu hasil yang berbeda dengan yang diharapkan”.
Prof Dr.Ir.
Soemarno,M.S.: ”Suatu kondisi yang timbul karena ketidakpastian dengan
seluruh konsekuensi tidak menguntungkan yang mungkin terjadi disebut resiko”
Sri Redjeki
Hartono: ”Resiko adalah suatu ketidakpastian di masa yang akan datang
tentang kerugian”
Isto : “Resiko adalah bahaya yang dapat terjadiakibat sebuah proses yang
sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang”
Kata
risiko banyak dipergunakan dalam berbagai pengertian dan sudah biasa dipakai
dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Memahami konsep risiko
secara luas, akan merupakan dasar yang esensial untuk memahami konsep dan
teknik manajemen risiko.Vaughan yang diterjemahkan oleh Herman Darmawi
(1997:18)mengemukakan beberapa definisi risiko sebagai berikut:
1.Risk
is the chance of loss(risiko adalah kans kerugian).Chance of Lossbiasanya
dipergunakan untuk menunjukkan suatu keadaan dimana terdapat suatu keterbukaan
terhadap kerugian atau suatu kemungkinan Kerugian. sebaliknya jika disesuaikan
dengan istilah yang dipakai dalam statistik, maka chancesering dipergunakan
untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu.
2.Risk
is the possibility of loss(risiko adalah kemungkinan kerugian).Istilah
possibilityberarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada di antaranol dan
satu. Definisi ini barangkali sangat mendekati dengan pengertian risiko yang
dipakai sehari-hari, akan tetapi definisi ini agak longgar, tidak cocok dipakai
dalam analisis secara kuantitatif.
3.Risk
is uncertainty(risiko adalah ketidakpastian)Tampaknya ada kesepakatan bahwa
risiko berhubungan dengan ketidakpastian. Karena itulah ada penulis yang
mengatakan bahwa risiko itu sama artinya dengan ketidakpastian.
Dari ketiga definisi di atas, dapat
disimpulkan bahwa risiko adalah sesuatu yang mengandung kemungkinan kerugian
dan juga ketidakpastian.Secara umum
risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau
perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan.
B. KRITERIA RESIKO
Risiko
selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan yang
tidak diduga/tidak diharapkan. Dengan demikian risiko ini mempunyai
karakteristik :
1.
Merupakan
ketidak pastian atas terjadinya suatu peristiwa
2.
Merupakan ketidak pastian yang bila
terjadi akan menimbulkan kerugian.
Jadi ketidakpastian merupakan kondisi yang menyebabkan
timbulnya risiko. Kondisi ketidakpastian sendiri timbul karena berbagai
sebab, antara lain :
1. Tenggang waktu antara perencanaan suatu
kegiatan sampai kegiatan itu berakhir, dimana makin panjang tenggang waktunya
akan makin besar ketidakpastiannya.
2.
Keterbatasan
informasi yang tersedia yang diperlukan untuk penyusunan rencana.
3. Keterbatasan
pengetahuan/kemampuan pengambilan keputusan dari perencana.
Kriteria resiko timbul apabila
kita dihadapkan dan menentukan pilihan antara dua alternatif atau lebih,
hasilnya yang akan diperoleh tidak diketahui dan dapat dinilai secara obyektif.
Kreteria resiko mengandung potensi kegagalan dan potensi keberhasilan yang
dapat dikelompokan dalam tiga kelompok :
1. Kelompok Resiko Rendah, Keberhasilan yang diperoleh
lebih besar dibandingkan dengan kegagalan, namun usaha yang dikelola tidak ada
tantangan dan wirausaha tidak mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki.
2. Kelompok Resiko
Sedang, Keberhasilan yang dicapai lebih besar dibandingkan dengan kegagalan,
unsur-unsur tantangan dengan tingkat resiko selau diperhitungkan, kemampuan,
pengalaman dan lain-lain dioptimalkan.
3. Kelompok Resiko Tinggi, Keberhasilan yang diperoleh
sangat kecil dibandingkan kegagalan atau usaha yang digeluti lebih sering gagal
dibandingkan dengan hasil.
C.
JENIS-JENIS RISIKO
Secara garis besar risiko dapat digolongkan menjadi dua macam,
yaitu berdasarkan sumber dan sifatnya. Berikut ini akan diuraikan secara
lengkap tentang kedua penggolongan tersebut:
1.
Risiko berdasarkan Sifatnya
Risiko berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi 3, yaitu
risiko spekulitif, risiko murni, dan risiko fudendemental. Berikut adalah
penjelasanya.
a.
Risiko Spekulatif
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang
dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan
kerugian.Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko
bisnis(business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya
disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya
menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti
ini adalah risiko spekulatif. Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang
dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian.Resiko yang sengaja
ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan keuntungan bagi pihak
tertentu.Misal: utang piutang, perdagangan berjangka, dan sebagainya
b. Risiko Murni
Risiko murni (pure risk) adalah
sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan
tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila
perusahaan menderiat kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita
kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian
kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada
kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Risiko murni adalah
sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan
tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah
dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu
sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat
diasuransikan (insurable risk).Resiko yang terjadi tanpa disengaja.Misal: kebakaran. bencana
alam, pencurian dan sebagainya.
Perbedaan utama antara risiko
spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak,
untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk
risiko murni tidak dapat kemungkinan untung.
c. Resiko Fundamental
Resiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang
menderita cukup banyak.Misal: banjir, angin topan, dan sebagainya.
2. Menurut
sumber / penyebab timbulnya, risiko dapat dibedakan kedalam :
|
||||
|
Langganan:
Postingan (Atom)